Kerajinan Emas Giri, Rumahan Bukan "Murahan"

Tuesday, February 26, 2013 Category : , 7

"Saking besar penghasilannya kala itu, pengrajin emas di Giri sempat merasa was-was, karena bisa jadi rumah mereka disatroni maling"
Dengan alat sederhana, pengrajin emas di Giri, Kabupaten Gresik membuat cincin emas yang dikerjakannya di salah satu sudut kamar rumah. 
Spak ruji sepeda digunakan untuk membentuk cincin.
Tidak hanya Jogja dan Bali, Gresik juga punya sentra kerajinan emas. Salah satu yang saya kunjungi saat ngeluyur adalah seorang pengrajin di Desa Giri, Kecamatan Kebomas Gresik.

Uniknya, mereka mengerjakan aneka ragam perhiasan emas hanya di kamar rumahnya. Memang, kerajinan emas di Desa Giri kebanyakan dikerjakan rumahan, tapi jangan salah, hasilnya tidaklah "murahan".

Spak ruji sepeda lalu dipatri dengan lempengan emas pipih.
"Perhiasan yang sudah jadi biasanya dipasarkan di kota besar, bahkan bisa dijual hingga Arab Saudi," jelas bapak pengrajin yang namanya sengaja tidak saya sebut demi alasan keamanan.

Ia mengatakan, di tahun 90-an pengrajin emas Giri menikmati masa jayanya. Bahkan anak yang baru lulus sekolah memilih tidak kuliah karena ingin menjadi pengrajin emas.

Saking besar penghasilannya kala itu, pengrajin emas di Giri sempat merasa was-was, karena bisa jadi rumah mereka disatroni maling. "Pernah mas, bapak kemalingan. tapi ya nggak takpikir, biarin kalau barang hilang ya udah mau apa," ucapnya. Oleh karena itu saya sengaja menyamarkan identitasnya.

Menurutnya, Pengrajin emas di Giri ada dua yaitu juragan dan 'porang'. Juragan adalah pengrajin yang punya emas sendiri untuk dikerjakan. Sementara 'porang' hanya kebagian membuat perhiasan emas, setelah jadi baru disetorkan ke Juragan.

emas berbentuk lidi
untuk pembuatan cincin
Lesu Usai Krismon
Sentra kerajinan emas di Giri pun lesu usai diterpa badai krisisi moneter yang melanda Indonesia di tahun 1999. Banyak juragan yang gulung tikar termasuk bapak pengrajin yang saya temui.

"Saya dulu juga punya emas sendiri (juragan) tapi usai krismon hasil dari kerajinan emas sudah habis saya belikan rumah ini," ungkapnya. Saat ini, ia mengaku bekerja hanya sebagai 'porang' saja.

Dulu sebelum krismon, ia berujar, bisa ada sampai lima pengrajin di satu kampung di Giri, tapi sekarang sudah banyak yang gulung tikar. "Paling ada 1-2 pengrajin sekarang," ia mengira-ngira.

Banyak yang beralih profesi sebagai buruh pabrik atau yang masih bertahan dengan kemampuan membuat perhiasan memilih menjadi 'porang' saja yang mengerjakan model aneka perhiasan emas mulai dari cincin, anting, gelang dan kalung sesuai pesanan juragan. Kuz9




emas bentuk lidi tadi dipipihkan.
lalu dibentuk menjadi cincin.
Cincin emas yang sudah jadi. perhiasan ini nantinya
 dijual ke toko emas di tanah air, bahkan sampai ke Arab Saudi.

Ada Ranjau Aktif di Reruntuhan Benteng Kedung Cowek?

Thursday, February 21, 2013 Category : 0

Suasana benteng yang sepi, usai kami melintasi plang "dilarang masuk".
Benteng Kedung Cowek ditumbuhi semak belukar lebat. Kabarnya, masih ada ranjau aktif di sekitarnya.
Sabtu, 9 Februari lalu, saya dan tiga orang teman mencari reruntuhan benteng bernama "Kedung Cowek" di pesisir utara Surabaya. Awalnya kami sempat tak tahu arah, hanya saja, menurut informasi yang saya dapat, benteng itu berada di dekat Jembatan Suramadu, daerah Tambak Wedi, Kedung Cowek, Surabaya.

Sampai di Suramadu kami bertanya pada pria yang sedang asyik nongkrong. "Benteng yang mana dulu mas, ada dua yang benteng sekolahan apa yang gudang peluru?" ia malah balik bertanya. Seorang teman pernah mengatakan bila ada yang namanya gudang peluru, akhirnya saya jawab saja demikian."Oh kalau itu disana tempatnya mas," ia berkata sambil menunjuk ke arah semak belukar tinggi di sebelah timur Suramadu.
Plang "Dilarang Masuk" sebelum reruntuhan Benteng.
Saya pun segera kesana, setelah melewati jembatan kecil di kiri jalan akhirnya saya sampai di pos yang dijaga salah seorang anggota TNI.

Untuk sampai ke reruntuhan benteng, perlu berjalan kurang lebih 100 meter menyusuri bibir pantai di sisi timur Suramadu lalu masuk saja ke plang "Dilarang Masuk".
lubang hampir tertutup belukar.


Namun, nasib puing benteng tersebut sangat mengenaskan. semak belukar tinggi menutupi bentuknya yang kokoh terbuat dari tembok beton tebal. Tak hanya di bangunannya saja, belukar juga menutupi hampir semua areal di sekitarnya. Saya sendiri hampir terperosok ke sumur bekas penampungan air. Untung saja, ada penanda berupa botol air mineral yang ditancapkan. Saya tidak mengetahui pasti apa fungsi dari lubang itu.

Era Kolonial

Ternyata reruntuhan Benteng Kedung Cowek yang seram itu menyimpan sejarah Surabaya pada masa kolonial. Benteng tersebut didirikan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk mengantisipasi serangan militer dari wilayah utara laut Surabaya. Menurut rumor warga sekitar, di Benteng tersebut memang dijadikan semacam gudang persenjataan. Mungkin kabar itu benar, saya menemukan ada tower sebagai tempat meriam. Tower itu menghadap langsung ke laut utara Surabaya.

Tower bekas tempat senjata meriam penangkal serangan militer. Selain tak terawat, tower itu juga tak luput dari coretan. 

Lintasan untuk memasang meriam berat di bagian atas tower.
Benteng Kedung Cowek juga digunakan pada saat pertempuran 10 November 1945, saat serdadu Inggris mengultimatum Surabaya. Diceritakan, pesawat tempur pasukan Inggris sampai kewalahan akibat tembakan meriam-meriam yang digunakan oleh Pejuang Indonesia. Namun sayang bekas senjata berat itu kini tidak diketahui keberadaannya.

Sesaat sebelum pulang, saya mencoba bertanya kepada bapak anggota TNI di pos masuk tadi, mengapa kondisi benteng tersebut sangat parah tak terurus. "Benteng ini kepemilikannya masih dipegang oleh TNI jadi pemerintah tidak bisa campur tangan memugarnya sebelum ada kesepakatan," kata bapak berbaju hijau loreng itu.

Ternyata, benteng tersebut memang tidak untuk dikunjungi masyarakat umum. Si Bapak TNI mengklaim larangan itu karena masih tertanam ranjau aktif di semak belukar Benteng Kedung Cowek. "Pernah ada ranjau yang ditemukan, lalu sengaja diledakkan," sergahnya. Mendengarnya berkata begitu, saya langsung menelan ludah. Glek, padahal tadi saya blusukan ke semak belukar yang dimaksud Si Bapak TNI itu. Kuz9 

Aneka Batik Se-Jatim Bisa Kamu Temukan di Rumah Batik

Monday, January 28, 2013 Category : 4

"Suka Batik? Aneka batik dari 16 kabupaten di Jatim ada di Rumah Batik Jawa Timur"
Pintu masuk dari depan.
Bagi kamu pecinta batik nusantara yang sedang mampir di Surabaya, silahkan saja kunjungi Rumah Batik Jawa Timur. Butik yang juga museum yang berisi koleksi batik-batik kuno Jawa Timur itu terletak Jl. Kusuma Bangsa, tepatnya di Gang Tambak Dukuh I No.4 Rt.01/RW.09. Bila bingung, cari saja gang sebelah BRI samping THR Mall Surabaya.

Disana, selain kamu bisa membeli kain dan baju batik, kamu juga bisa melihat koleksi batik-batik nusantara di Rumah Batik. Kebanyakan batik yang dikoleksi adalah batik-batik Jawa Timur dari 16 kabupaten. Mulai dari Sumenep, Pamekasan, Sampang, Bangkalan, Sidoarjo, Tuban, Lamongan, Batu, Malang, Kediri, Jombang, Banyuwangi, Pacitan, Jember, Tulungagung dan Surabaya. Yah, batik dari Madura dan batik pesisiran lebih banyak mendominasi koleksi.

Koleksi batik yang dipajang dan disimpan di Lemari
Batik Jatim Lebih Luwes
Syarif saat menjelaskan karakteristik Batik Madura.
Syarif Usman, Owner Rumah Batik yang saat itu saya temui mengatakan ada banyak perbedaan batik Jawa Timuran dengan Batik Jawa Tengah. "Batik Jatim, khususnya Madura, di tiap desanya memiliki motif sendiri-sendiri, kadang antar desa motif sudah berbeda," kata pria berdarah Arab-Madura itu.

Motif Junjung Drajat yang dipajang.
Bila di Jawa Tengah, beberapa motif batik ada yang khusus dipakai oleh figur tertentu seperti raja dan kalangan bangsawan. Akan tetapi pada motif Batik Madura berbeda, kebanyakan motifnya boleh dipakai siapa saja. "Contohnya ini, motif batik bernama 'Junjung Derajat' buatan 90 tahun yang lalu. Boleh dipakai siapa saja. yang pakai motif ini diharapkan bisa naik derajatnya," papar Syarif.

Sementara, ciri-ciri batik pesisir adalah memiliki ragam warna dan motif yang lebih luwes. "Warna-warnanya cenderung nyala dan motifnya tidak kaku," jelas Syarif. Memang pada batik Jawa Timuran khususnya Madura menggunakan warna cerah seperti merah, biru atau hijau. Goresan motifnya juga tidak selalu teratur dan simetris seperti batik di Jawa Tengah. Arah goresan bisa kesana-kemari tidak searah, sesuai selera pembatiknya.

Piagam rekor MURI yang diraih Rumah Batik
Nah, yang menarik Rumah Batik ini juga pernah memecahkan rekor loh. Tepatnya di  bulan Mei tahun 2008, Rumah Batik memecahkan rekor MURI untuk pembuatan batik tulis logo kota Surabaya terbesar. Rumah Batik juga membuka kesempatan pengunjung untuk belajar membatik. Jadwalnya biasanya di hari Sabtu atau Minggu. Selain hari itu, bisa saja, asal menghubungi owner-nya terlebih dahulu. Pengunjung juga ada banyak yang datang dari mancanegara yaitu, Belanda, Hongkong, Hongaria dan Cina. Kuz9


Kain batik yang dijual.




Info:
CP kelas belajar membatik
Syarif Usman - owner Rumah Batik
0877 7471 2376

Bahana Patria Gupta, Foto Jurnalistik Itu Yang Penting Nyali!

Friday, January 25, 2013 Category : 0

Baha saat memberi pelatihan

Fotografi jurnalistik merupakan cabang dari fotografi yang menghasilkan foto yang sifatnya informatif dan biasnya dimuat di media massa. Menurutnya, Foto yang baik berangkat dari penguasaan teknis yang baik pula. Namun penguasaan teknis dalam fotografi jurnalistik juga harus memuat usur 5W dan 1H. oleh karena itu perlu adanya caption atau keterangan foto. “Sebaiknya antara tulisan dan gambar harung saling melengkapi dan bergabung jadi satu, dalam kata lain tulisan harus bisa memperkuat maksud foto,” jelas Bahana Patria Gupta.

Baha adalah pewarta foto yang begabung dengan harian Kompas sejak 2005 di area peliputan Solo dan Semarang. Dua foto Baha di tahun 2010 masuk nominasi Anugerah Pewarta Foto Indonesia yaitu “Burung Kuntul” dan “Tertidur Saat Rob”. Menurut pria asal Pasuruan itu, untuk memulai fotografi pertama adalah senang dengan foto terlebih dahulu.

Baha lalu mencontohkan pengambilan foto saat demonstrasi berlangsung. Sedapat mungkin antara foto dan caption harus bisa saling menguatkan. Bila caption ditulis ribuan massa turun ke jalan maka foto yang diambil juga harus memperlihatkan banyaknya orang yang ikut demonstrasi. Hal itu perlu untuk membuat pembaca yakin atas fakta yang terekam dalam gambar. “Agar tampak ribuan massanya foto harus diambil at higher (dari ketinggian)”, jelas Baha.

Tips lain yang dibagikan oleh Baha, sebelum mengambil gambar sebaiknya mempertimbangkan detail, frame, angle dan momen yang akan diambil. Ia menambahkan fotografi jurnalistik biasanya terkait dengan isu-isu sosial, oleh karena itu sebaiknya fotografer juga memiliki rasa peduli sosial dengan peka terhadap problem sosial di sekitar lingkungannya. Selain itu fotografer jurnalistik harus punya nyali. Yang Baha maksud nyali adalah tidak sepenuhnya bergantung pada kamera dan peralatan fotografi yang bagus saja. 

“Tidak perlu kamera SLR dengan lensa zoom yang wah, banyak malah foto jurnalistik yang dimuat di media berasal dari kamera saku, bahkan kamera HP yang kemampuan zoomnya terbatas yang seringkali membuat fotografer mendekat dengan objek”, Jelas Baha. Kuz9

Yuyung Abdi, Menghasilkan Uang Lewat Advertising Photography

Category : 0

Yuyung Abdi
Kini, menghasilkan uang dari dunia fotografi bukanlah hal yang asing lagi di telinga. Banyak peta bisnis di dunia fotografi yang bisa mendatangkan pundi-pundi penghasilan bila ditekuni dengan serius. Seseorang bisa mendapat keuntungan lewat beragam cara, antara lain bisnis peralatan dan teknologi fotografi misalnya jual beli kamera, jasa di bidang fotografi seperti pemotretan pernikahan dan penyelenggaraan even fotografi contohnya pameran foto dan expo.

Sementara itu, dalam dunia fotografi juga dikenal fotografi yang behubungan langsung dengan dunia komersial. Aliran fotografi itu bernama advertising photography. “Advertising photography erat kaitannya dengan dunia komersil,” terang Yuyung Abdi, Redaktur Foto Senior Harian Jawa Pos saat menjadi pembicara di acara workshop fotografi advertising di ruang publik Perpustakaan Unair, Kamis (19/4). Ia berujar, aliran fotografi advertising sering dijumpai di billboard atau iklan di media elektronik dan cetak.

Fotografi advertising atau fotografi periklanan adalah aliran dalam fotografi yang berhubungan dengan penyampaian pesan lewat iklan. “Iklan tersebut bisa iklan bertema layanan sosial maupun komersial,” kata Yuyung.

Dalam workshop itu, Yuyung berbagi ilmu bagi siapa saja yang ingin suskes terjun di dunia fotografi periklanan. Ia menyarankan bagi fotografer pemula untuk mulai membangun nama besar. “Nama besar fotografer bisa didapatkan dari prestasi, keahlian, karya besar, kapabilitas kompetensi dan kepopuleran,” ungkapnya. Ia pun  menambahkan untuk menjadi fotografer yang sukses juga harus memiliki relasi dan akses yang kuat.

“Fotografi advertising tidak sesederhana yang orang awam lihat, seringkali proses pembuatannya cukup rumit dan memakan waktu yang lama,” ucapnya.”Biasanya konsep lighting harus diperhatikan dan model yang dipillih harus representatif sesuai iklan,” imbuh Yuyung.

Menurutnya, fotografer komersial tidak bisa memotret sesuai keinginannya sendiri. “Ia bekerja sesuai permintaan klien, jadi tidak sama dengan penghobi fotografi yang asal njepret sesuai keinginannya,” terang Yuyung.

Yuyung menyarankan bagi yang berminat menekuni fotografi periklanan agar memiliki ciri khas dalam berkarya. “Ciri khas fotografer didapat dari karya yang berbeda daripada yang sebelumnya diciptakan orang lain,” kata Yuyung. Oleh sebabnya penggalian ide-ide baru dalam berkarya sangat penting.

“Ide bisa didapat dari berbagai sumber bisa dari berbagai iklan yang anda lihat, tapi jangan sampai menjiplak ide secara mentah-mentah,” ujar Yuyung. Ia menuturkan proses kreatif adalah dimana seorang fotografer melihat dengan sudut pandang yang berbeda dengan orang lain.

“Iklan rokok contohnya, pada iklan rokok ada larangan untuk menampilkan produk rokok, maka sebagian besar iklan hanya menggali ide-ide kreatif sesuai dengan produk. Oleh sebab itu iklan rokok terlihat lebih kreatif ketimbang jenis iklan lain.” tegas Yuyung.

Beberapa hal yang harus dicermati dalam membuat karya foto yang berbau advertising antara lain foto harus bisa menyampaikan pesan yang efektif. “Bila itu iklan produk maka seharusnya foto harus menitikberatkan pada produk daripada sang model,” kata Yuyung bernada kritik setelah melihat salah satu contoh foto iklan. Ia lalu mengkritik iklan yang banyak menggunakan tulisan. “Hindari banyak kata. Biasanya orang bosen atau malah bingung saat melihat banyak kata-kata di iklan,” tegas Yuyung.

Workshop tersebut merupakan rangkaian acara peringatan HUT Perpustakaan Unair yang jatuh tiap April. Di akhir acara diadakan lomba fotografi on the spot juga pengumuman pemenang lomba foto yang digelar oleh Perpustakaan Unair. Kuz9

Kuz9. Powered by Blogger.

"kebahagiaan itu adalah sesuatu yang datangnya ditentukan oleh diri kita sendiri, oleh hati kita"